Musisi memainkan balungan gamelan tradisional Indonesia
Gitaris Indonesia memainkan gitar klasik
Musisi jalanan memainkan siter tradisional
Seniman Bali memainkan kendang dalam upacara adat
Musisi muda Indonesia bermain gitar elektrik bersama

Dialog Global tentang Tata Kelola Royalti Hak Cipta Lintas Batas di Era Digital

Menuju Transparansi, Akuntabilitas, dan Interoperabilitas dalam Ekosistem Digital Kontemporer

Bali, Indonesia
7–9 Oktober 2026
Sukarela & Non-Normatif

Hitung Mundur Menuju Dialog Global Bali

Mempertemukan pembuat kebijakan global, LMK, platform digital, dan para kreator di Bali, Oktober 2026

-- Hari
-- Jam
-- Menit
-- Detik
Urgensi Strategis

Menavigasi Masa Depan Tata Kelola Hak Cipta dalam Dunia Digital yang Saling Terhubung

Selama dua dekade terakhir, monetisasi karya cipta telah bergeser secara tegas ke saluran digital, streaming, dan lintas batas. Meskipun membuka peluang ekonomi baru yang sangat besar, pergeseran ini memicu tantangan tata kelola dan koordinasi yang tidak dapat diselesaikan oleh satu negara saja.

“Hak cipta dan hak terkait tetap bersifat teritorial, sedangkan arus royalti, pembentukan data, dan pengambilan keputusan algoritmik semakin melintasi batas-batas yurisdiksi nasional.”

— Concept Paper: Bali Global Dialogue on Copyright Royalty Governance
Tiga Pilar Dialog

Tiga Area Pembahasan Saling Terkait untuk Dialog Internasional

Dirumuskan sebagai pertanyaan untuk telaah bersama; kemajuan pada satu area akan memperkuat ekosistem hak cipta secara menyeluruh.

Stream 1

Transparansi dalam Administrasi Royalti

Memberi kejelasan bagi kreator, LMK, dan platform tentang bagaimana royalti dihitung, dialokasikan, dan didistribusikan melalui pelaporan yang dapat diverifikasi dan pelacakan lintas batas.

Panel Focus:

  • Tata kelola multipihak
  • Arus royalti lintas batas
  • Administrasi & transparansi royalti
Stream 2

Akuntabilitas dalam Sistem Tata Kelola

Menelaah remunerasi berbasis algoritma, tata kelola royalti yang belum teralokasi (black-box), kewajiban fidusia, dan penyelesaian sengketa di sepanjang rantai nilai digital.

Panel Focus:

  • Transparansi & keadilan algoritma
  • Royalti tak bertuan & unallocated
  • Akuntabilitas rantai nilai digital
Stream 3

Interoperabilitas Sistem Hak & Metadata

Mengatasi fragmentasi metadata melalui pengidentifikasi internasional (ISRC, ISWC, ISNI), protokol pertukaran data tepercaya, dan infrastruktur registri digital bersama.

Panel Focus:

  • Standarisasi metadata hak cipta
  • Infrastruktur digital interoperabel
  • Kerja sama data internasional
Keluaran yang Terukur & Berimbang

Hasil Konkret yang Diharapkan

Dialog beroperasi atas prinsip sukarela, non-normatif, dan without prejudice untuk membangun pemahaman bersama berbasis data dan bukti faktual.

Dokumen Masukan

Laporan Pemetaan Latar Belakang

Sintesis faktual dari kontribusi sukarela negara anggota, kajian WIPO yang relevan, dan data operasional yang disiapkan sebelum pleno pembukaan.

Pre-Dialogue Input Document
Hasil Utama Dialog

Ringkasan Ketua (Bali Chair’s Summary)

Rangkuman komprehensif atas dinamika diskusi, area konvergensi pandangan, dan isu teknis yang memerlukan pendalaman lebih lanjut tanpa atribusi posisi delegasi.

Issued Under Sole Authority of the Chair
Panduan Aksi Sukarela

Peluang Kerja Sama Masa Depan

Kompilasi non-negosiasi mengenai area kerja sama potensial: pertukaran informasi, penguatan kapasitas teknis, dan asistensi bagi negara berkembang.

Non-Binding Practical Cooperation Roadmap
Sambutan Tuan Rumah Indonesia

Undangan Hangat untuk Belajar Bersama

Indonesia menyampaikan undangan hangat kepada seluruh Negara Anggota WIPO, pengamat terakreditasi, LMK, penyedia layanan digital, pencipta karya, dan pakar teknis untuk berpartisipasi serta memberikan sumbangsih pemikiran dalam semangat kerja sama dan saling belajar.

Kementerian Hukum RI, Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) & Badan Strategi Kebijakan Hukum