Dialog Global tentang Tata Kelola Royalti Hak Cipta Lintas Batas di Era Digital
Menuju Transparansi, Akuntabilitas, dan Interoperabilitas dalam Ekosistem Digital Kontemporer
Hitung Mundur Menuju Dialog Global Bali
Mempertemukan pembuat kebijakan global, LMK, platform digital, dan para kreator di Bali, Oktober 2026
Menavigasi Masa Depan Tata Kelola Hak Cipta dalam Dunia Digital yang Saling Terhubung
Selama dua dekade terakhir, monetisasi karya cipta telah bergeser secara tegas ke saluran digital, streaming, dan lintas batas. Meskipun membuka peluang ekonomi baru yang sangat besar, pergeseran ini memicu tantangan tata kelola dan koordinasi yang tidak dapat diselesaikan oleh satu negara saja.
“Hak cipta dan hak terkait tetap bersifat teritorial, sedangkan arus royalti, pembentukan data, dan pengambilan keputusan algoritmik semakin melintasi batas-batas yurisdiksi nasional.”
— Concept Paper: Bali Global Dialogue on Copyright Royalty GovernanceTiga Area Pembahasan Saling Terkait untuk Dialog Internasional
Dirumuskan sebagai pertanyaan untuk telaah bersama; kemajuan pada satu area akan memperkuat ekosistem hak cipta secara menyeluruh.
Transparansi dalam Administrasi Royalti
Memberi kejelasan bagi kreator, LMK, dan platform tentang bagaimana royalti dihitung, dialokasikan, dan didistribusikan melalui pelaporan yang dapat diverifikasi dan pelacakan lintas batas.
Panel Focus:
- Tata kelola multipihak
- Arus royalti lintas batas
- Administrasi & transparansi royalti
Akuntabilitas dalam Sistem Tata Kelola
Menelaah remunerasi berbasis algoritma, tata kelola royalti yang belum teralokasi (black-box), kewajiban fidusia, dan penyelesaian sengketa di sepanjang rantai nilai digital.
Panel Focus:
- Transparansi & keadilan algoritma
- Royalti tak bertuan & unallocated
- Akuntabilitas rantai nilai digital
Interoperabilitas Sistem Hak & Metadata
Mengatasi fragmentasi metadata melalui pengidentifikasi internasional (ISRC, ISWC, ISNI), protokol pertukaran data tepercaya, dan infrastruktur registri digital bersama.
Panel Focus:
- Standarisasi metadata hak cipta
- Infrastruktur digital interoperabel
- Kerja sama data internasional
Hasil Konkret yang Diharapkan
Dialog beroperasi atas prinsip sukarela, non-normatif, dan without prejudice untuk membangun pemahaman bersama berbasis data dan bukti faktual.
Laporan Pemetaan Latar Belakang
Sintesis faktual dari kontribusi sukarela negara anggota, kajian WIPO yang relevan, dan data operasional yang disiapkan sebelum pleno pembukaan.
Ringkasan Ketua (Bali Chair’s Summary)
Rangkuman komprehensif atas dinamika diskusi, area konvergensi pandangan, dan isu teknis yang memerlukan pendalaman lebih lanjut tanpa atribusi posisi delegasi.
Peluang Kerja Sama Masa Depan
Kompilasi non-negosiasi mengenai area kerja sama potensial: pertukaran informasi, penguatan kapasitas teknis, dan asistensi bagi negara berkembang.
Undangan Hangat untuk Belajar Bersama
Indonesia menyampaikan undangan hangat kepada seluruh Negara Anggota WIPO, pengamat terakreditasi, LMK, penyedia layanan digital, pencipta karya, dan pakar teknis untuk berpartisipasi serta memberikan sumbangsih pemikiran dalam semangat kerja sama dan saling belajar.
Kementerian Hukum RI, Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) & Badan Strategi Kebijakan Hukum